Gandhi dan Hatta dalam RAHASIA MEEDE
Sebuah terowongan tua ditemukan di perut bumi Jakarta. Pintu masuknya terletak dalam Museum Sejarah Jakarta. Rutenya diyakini menuju tempat persenyembunyian emas VOC.
Sementara itu, di atas permukaan, Jakarta dicekam oleh teror pembunuhan misterius. Satu per satu orang penting ditemukan tewas mengenaskan, di tempat-tempat berawalan huruf B, disertai pesan-pesan aneh. Entah apa makna itu semua.
Het Geheim van Meede—Rahasia Meede, misteri emas VOC itu perlahan terungkap. Dan, untuk mendapatkan jawaannya, seorang laki-laki muda intelijen harus berhadapan dengan seorang anarkis, karibnya ketika sama-sama sekolah di SMA Taruna Nusantara.
Lika-liku pencarian Rahasia Meede melintasi lorong sejarah ratusan tahun Indonesia, memacu adrenalin kita dalam petualangan ke seantero nusantara.

Judul: RAHASIA MEEDE
Karya: E.S. ITO
Halaman: 675
Penerbit: Hikmah (PT Mizan Publika)
Terbit: Cetakan I, Agustus 2007
Cetakan II, Oktober 2007
Cetakan III, April 2008
Sinopsis singkat diatas bisa kita temukan di cover belakang novel RAHASIA MEEDE. Cukup mewakili isinya, namun seperti biasa, sinopsis tidak pernah menceritakan isi secara utuh. Sehingga misteri novel ini tidak bisa kita rasakan sepenuhnya jika tidak mau sabar memulai membaca dan mengarungi lembaran demi lembaran novel ini.
Sesuai yang dikatakan sinopsis-nya, novel ini merupakan fiksi yang mempunyai background sejarah sebagai tempat bernaungnya. Layaknya Dan Brown, E.S. ITO mampu memadukan pengetahuan sejarah dengan kisah fiksi belaka.
Kisah ini bermula ketika pembunuhan-pembunuhan misterius terhadap orang-orang penting Indonesia terjadi. Sudah 5 orang yang tewas dalam beberapa bulan ini. sementara dugaan kuat mengarah kepada Anarki Nusantara, sebuah kelompok yang dianggap menjadi dalang beberapa kerusuhan yang terjadi belakangan di ibu kota. Khususnya sebuah kerusuhan pada tahun 2002 di Jakarta yang membuat beberapa orang yang dianggap anggota Anarki Nusantara diburu dan dibunuh. Ada kesamaan dari anggota Anarki Nusantara yang dibunuh itu yakni sebuah tato yang masing-masing tercacah pada salah satu bagian tubuh mereka.
Namun ternyata kerusuhan yang dilakukan oleh Anarki Nusantara ialah hanya episode yang menjadi pelengkap cerita saja dalam novel ini. Permasalahan sesungguhnya ialah perburuan harta karun (emas) VOC yang dikenal dengan RAHASIA MEEDE. Seorang nona Belanda, Cathleen Zwinckel, peneliti muda yang tengah menyelesaikan tesis masternya datang untuk menyelidiki rahasia terpendamnya harta karun itu. Sementara itu dalam waktu yang hampir bersamaan ada tiga peneliti asal Belanda yang juga diperintahkan untuk hal yang sama. Hanya bedanya tiga peneliti itu lebih fokus kepada peta dan pencarian terowongan bawah tanah sepanjang wilayah Kota Tua, dan juga tentu harta karun tsb, sedang Cathleen lebih tertarik kepada pengungkapan rahasia itu demi tesisnya.
Sepintas masalah tampak sederhana karena hanya persoalan harta karun. Namun yang lebih menarik dalam novel ini ialah justru konspirasi yang diracik penulisnya dan juga tentu sejarah-sejarah yang dipaparkan E.S. ITO tentang masa lalu colonial di tanah nusantara ini. Kenyataan yang mengejutkan ketika ternyata Cathleen dan tiga peneliti asal Belanda tsb hanya dimanfaatkan untuk kepentingan sekelompok orang yang menyembunyikan kedoknya dalam organisasi CSA (Center for Strategic Affair).
Lalu apa hubungannya dengan Anarki Nusantara? Ada hubungannya. Sebab dalam dunia bawah tanah yang tersimpan rapat dari dunia publik yang serba terbuka, Anarki Nusantara adalah saingan CSA dalam memburu harta karun VOC. Bedanya jika CSA ialah karena dendam masa lalu dan kepentingan serakah akah harta, sedangkan Anarki Nusantara tidak mendasarkan hal tersebut dalam pencariannya.
Awalnya Batu August Mendrofa, seorang intel muda, diperintahkan untuk mengusut pembunuhan misterius yang terjadi 5 kali berturt-turut ini. Ia bebas menyamar menjadi wartawan, pengusaha atau orang lain yang bisa memuluskan pencarian buruannya. Ia pun fokus kepada pencarian Attar Malaka, pentolan kelompok yang dianggap meresahkan Anarki Nusantara, yang telah diberitakan mati kecelakaan. Attar alias Kalek diketahui masih hidup. Sehingga ia pun berusaha sekuat tenaga untuk memburu sahabat dekatnya ketika berada dalam satu almamater di SMA Taruna Nusantara itu.
Pencarian Batu berlanjut hingga ia mulai memahami semuanya. Sejarah kolonial VOC, harta karun yang tersimpan hingga konspirasi yang ternyata selama ini telah memperbudaknya untuk memburu sahabatnya sendiri.
Sebuah novel yang luar biasa bukan? Penulisnya mampu menggambarkannya dengan baik. Tidak seperti novel-novel bersifat konspirasi atau thriller karya penulis populer Indonesia yang pernah saya baca sebelumnya, novel ini lain. Penulisnya mampu menngungkap konspirasi yang terjadi dengan brilian dan tidak mudah ditebak dengan pembaca. Padahal sepanjang cerita dalam novel ini, nama dan sejarah dan pemikiran tokoh Gandhi dan Hatta ditawarkan sebagai petunjuk (clue) kepada pembaca untuk mengetahui jalan cerita selanjutnya. Hmm, ini novel cerdas (kalo kata Taufik Ismail, Sastra yang pinter) yang tidak mudah ditebak dan tidak membosankan.